Kami adalah mitra terpercaya Anda dalam pengelolaan distribusi hasil panen logistik desa.
Kami tidak hanya menangani distribusi, tetapi juga membantu petani Desa Wonoanti dalam pengelolaan pemasaran hasil panen dengan cerdas dan efektif.
Kakao, harta berlimpah di desa Wonoanti, ditanam dengan cermat di tanah subur dan iklim ideal. Dusun Bulih menjadi basis utama, ladang rupiah bagi warga, yang terus meningkatkan kualitas dengan dukungan dari Dinas Petanian, produsen cokelat, dan Perhutani.
Desa Wonoanti, dengan topografi perbukitan dan hutan tropis subur, ditanami ribuan pohon kelapa yang menyokong para penderes nira. Lebih dari 200 warga menjadi penyadap, menghasilkan gula kelapa terbaik di Pacitan selama belasan tahun.
Kecap "Radja", produk unggulan dari industri rumah tangga milik Bapak Gusnadi di Dusun Ngunut, Desa Wonoanti, telah mendapatkan sertifikasi PIR-T. Keberhasilannya tak terbatas pada Pacitan, juga mencapai pasar luar daerah seperti Ponorogo, Magetan, dan Wonogiri, menghadirkan kualitas rasa terbaik yang bersaing di pasaran.
Pandemi Covid-19 membawa berkah bagi Bu Sulasmi, produsen jamu instan dari Desa Wonoanti. Setiap transaksi, ia siap mengirimkan 50-100 kg jamu siap konsumsi, yang laris hingga ke luar daerah. Untuk stamina dan energi alami, pilihlah Jamu Instan Bu Sulasmi.
Budidaya jamur tiram dan jamur kuping adalah investasi yang berkelanjutan. Dengan perawatan yang tepat, Anda dapat menikmati panen berkualitas tinggi dan nutrisi yang luar biasa dari dua jenis jamur yang lezat ini. Mulailah budidaya Anda dan jadikan kebun Anda sebagai sumber kelezatan sekaligus penghasilan.
Kelompok Masyarakat Dusun Ngunut memulai pengolahan ikan untuk memecahkan masalah pemasaran ikan lele dan mempromosikan gizi alami. Ibu-ibu anggota kini memiliki pekerjaan sampingan setelah bercocok tanam, dengan produk seperti Nugget Lele, Sempol Lele, dan Krupuk Lele yang dapat dipesan dari Ibu Dinia.